• Home
  • About
  • Motherhood
  • Thoughts
  • Kotak Sabun
facebook twitter instagram pinterest

/ besinikel

Long weekend gini, gue malah kepikiran, padahal udah sadar ini adalah hal-hal yang ngga bisa kita kontrol. Semenjak jadi fasilitator sesi Keluarga Kita, beberapa tahun terkahir ini (padahal udah jadi relawan 4 tahun, tapi baru bisa "sadar", --jadi sadar ini adalah proses panjang #sadarception HAHAHA) kalau ada tantangan/masalah, dicek dulu; ini hal-hal yang bisa kita kontrol atau enggak. Pertamanya sungguh buat "langsung" sadar itu lamaaa banget, fase denial bisa berhari-hari. I'm proud of my self. YHAA NGELANTUR HAHAHA 😅

#esteros untung menemani overthinking hahahahah~


Termasuk pandemi ini, jadi udah ikhlas okelah ini ngga ada yang tau --tiba dateng, ngga diundang. Yang bisa gue kontrol adalah respon gue terhadap pandemi ini, cliche but true. Repson gue, ngga lantas okeee ayo kita bergereak hahaha~ Repson gue berubah-ubah, tergantung mood, tergantung apakah minggu ini termasuk kategori waktu PMS wkwkwk, atau kelelahan fisik akibat perkerjaan kantor atau #domesticlyfe, cemacem, lah. Kadang bersemangat #AyoMajuBerasama, kadang “yhaaa, wayahna weh” hahahaha 😂

Kemarin gue sempet nonton Live Instagramnya @homecreditid bareng Laura Aurelia Dinda (btw, gue ada emotional attachment sama Atlet karena gue supporter setia cabor Bulu Tangkis hahahaha), intinya kurang lebih sama, ngga ada yang pasti di masa pandemi ini.


Yang gue salut sama Laura, dia tadinya atlet renang regular lalu switch ke atlet difabel/para swimming karena kecelakan huhuhuhuhu sedih banget ngga kebayang 😢 Gue kalau nonton para-badminton aja suka sedih, padahal kudunya semangat, yha hahaha (eits, ngga ada yang kudu, #notetoself semua emosi valid ehehehehe~).

Oia, karena gue bucin turnamen, gue nanya ke Laura, gimana cara jaga stamina di saat pandemi gini? Turnamen pada cancel, ‘kan? Ditambah cabor renang walaupun outdoor tapi tetap riskan. Kata Laura walaupun berenang jadi hambatan, kita tetep bisa starching-strecing biar badan ngga kaku kalaui nanti udah bisa latihan renang dengan durasi dan situasi yang “normal”. Duh, semoga pandemi cepet berlalu, Olimpiade dan Para-Olimpiade aja sampai ditunda tahun depan (dengan nama yang sama Tokoy 2020, padahal, ya. SEDIH).


Masih dengan doa yang sama, semoga vaksin Covid-19 cepet selesai, cepet bisa didistribusikan, kita bisa aktivitas dengan BAACKKK TO NORMAAALL~ Boleh minta amin-nya?


AAAMIIIN 💛


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
hari kesekian di rumah aja, secara fisik fine, secara psikis, ngga tau~ aku jerawatan kebanyakan baca berita Covid-19 :( kayaknya harus social media distancing.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Minggu ini serasa ngga bisa 'nafas' :( Setelah gue pulang dari dinas kantor, gue tepar, pas gue udah baikan, Kami demam + batpil, belum juga Kami sembuh total, Yaya ketularan T_____T

Emang bener, ya, kalau anak sakit, satu rumah jadi ikutan repot :(

Udah tau, sih, kalau demam itu ya emang sering dialami oleh anak-anak. Sejatinya, demam itu reaksi imun dalam melawan infeksi virus, bakteri, atau jamur. Selain penyakit, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya demam, misalnya paparan cuaca yang byar panas terus tetiba mendung kaya sekarang ini, huhuhu~

Kami mulai sumeng-sumeng di hari keempat dia PTS (Penilaian Tengah Semeter) dan dia tetep ikut :( Strong Kami is strong, tapi hari kelima alias hari terkahir, dia aku suruh istirahat dulu di rumah.



Kalau lagi sakit, kok sepi yaaa~ ngga pada berantem, karena Kami lemes, Yaya jadi ngga bisa rebutan atau godain, hahaha! Oh iya, kalau sakit, biar merasa (lebih) nyaman, Kami aku tempelin kompres demam dari Hansaplast (yang gambarnya Elsa &Ana, ini penting! HAHA) yang ada sensasi sejuk di dahi sebagai pertolongan pertama, selain tentunya terus diukur termometer dan minum parasetamol (kalau perlu).

Hansaplast ini jadi bikin #GakPakaiDrama karena ada aroma yang hmmm enak banget, baca-baca ternyata ini aroma Peppermint dan Wintergreen Oil. LUV! Ditambah lagi ada karakter Elsa & Ana yang jadi favorit Kami &Yaya.


Nah, untuk informasi lebih lanjut #HansaplastID, boleh diklik  www.hansaplast.co.id dan via  akun Instagram Hansaplast @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID 🙌

Semoga sehat selalu semuanya 💕



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Katanya kalau anak kedua lebih santai gitu, ya? Hmmm. Gue jawab. IYA. IYA BANGET. Kelewat santai malah! Ahahaha :)) Waktu anak pertama, ‘kan fokusnya cuma buat Kami; nah, anak kedua emang tricky, karena ada anak pertama yang kadang seringnya (lebih) butuh perhatian extra~

Yaya umurnya baru tiga tahun, tapi gue kadang suka nganggep dia udah gede, gitu. Padahal #1000HariPertama itu penting banget. Teori, sih, hafal~ Praktiknya yang agak-agak. HAHAHA.

Untung ada Sleek Baby yang sangat sangat bantu gue dalam urusan menjaga kebersihan di 1000 hari pertama Yaya. Udah merem aja, serahkan pada si Mbak dan Sleek Baby. Tetep cari support system, yha~ Dari jaman Kami bayi, sampe Yaya segede sekarang, yang pertama kali dicari pas #BayiBaruLahir (buat bersihin printilan ASIP yang astaghfirullah banyaknya), masa-masa MPASI yang kerjaannya (mau-ngga-mau) masak mulu, sampai batita, ya, Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi.




Etau ngga, #SleekBaby Pembersih Botol sekarang formulanya makin lengkap, lho (dalam hati, “napa ngga dari dulu, woi~”). Ada 8 Proteksi! Apaan ‘tuh? Jadi 8 proteksi #SleekBaby8Protection yang dimiliki Sleek Baby Pembersih Botol untuk menjaga perlengkapan bayi (masih terbayang #ProdukBayi segambreng –apalagi botol ASIP!) dan batita tetap higienis dan terlindungi. Banyak aja, ya, delapan, cuy!

Mari kita bahas satu demi satu *siapin pulpen.

1. Food Grade
Udah hafal, lah, ya~ Food Grade yang berarti tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan aman untuk buah hati kita, Mam.

2. Natural Anti Bacterial
Bahan Sleek yang alami tapi efektif, lho, membasmi kotoran dan kuman secara maksimal pada #PerlengkapanBayi termasuk botol susunya (yang banyak itu!) #SleekBabyAlamiMelindungi

3. Stain Removal
Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi membersihkan noda yang menempel, sisa lemak dan bau yang tidak sedap pada peralan makan secara menyeluruh dan hakiki.

4. Hypoallergenic
Ini, nih, yang penting! Formula Hypoallergenic mampu meminimalisir terjadinya iritasi kulit, gatal dan kasar pada kulit. Perlindungan bukan hanya untuk anak tapi juga untuk kita (eh, si Mbak) juga saat mencuci. Beuh, mantul!

5. Dermatologically Tested
#PembersihBotol Sleek sudah teruji klinis atau bahasa kerennya Dermatology Tested.

6. Microbiological Tested
Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi jelas udah efektif dalam membunuh Mikroorganisme yang berbahaya. #PercayaSleek (hashtag bikin sendiri~ lha, terus ngapaaa, wkwk!)

7. High Quality Concentrate
Cuma perlu sedikit saja, botol susu, peralatan makan, apapun you name it, milik si mungil sudah bersih dan terlindungi dari kuman. Alias, hemat, Beb!

8. Paraben Free
Emangnya skincare kita aja yang Paraben Free? Sleek Baby Pembersih Botol dengan 8 Proteksi juga, dong! Ngga ada kandungan paraben dan bahan pengawet lainnya sehingga aman sentosa!

Gimana, udah tercengang! Favorit gue, sih, yang terkahir. Tapi ngga ada yang nyuruh milih, sih, (YA EMANG!) delapan-delapan-nya ada di Sleek Baby Pembersih Botol.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Dalam sebuah launching produk, seorang konten kreator bilang:

"... aku ngga mau ngerjain yang aku ngga suka, yang aku suka baru aku kerjain ..."
Wow!  That ((aku ngga mau!)) thing.
 Too good to be true.

Cangkemu~

Ups.

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Udah lama ngga ngeblog karena~
akhirnya gue ngga jadi promosi dan dapet bos baru yang, mmm, lumayan.

LUMAYAN BANYAK KERJAAN!

Tapi, sangat kumaklumi, sih; udah mah baru dilantik, jabatan kosong 4 bulan (yang tentu banyak yang ngga dikerjakan), akhir tahun pula! Combo banget, ye, kaaann~

Gue juga sudah bertekad dalam hati, bagaimanapun bentuk si bos nanti, tetap akan lebih baik dari pada gue jadi bos hahahahaha! Mental karyawan memang gue, wk!

Hari ini udah sebulan jungkir-balik di kantor, pun sampai meneteskan air mata; karena.. cuti gue untuk ke-tiga kalinya dalam tahun ini ditolak. Oh wow. Kecewa akutu~

Walaupun sedikit-banyak gue memaklumi kenapa yang kali ketiga ini aku ditolak. Satu sisi, it was a compliment for me, yang berarti gue masih dipercaya di kantor. Sisi yang lain, prioritas keluarga di atas kerjaan ternyata ngga selalu sejalan. Apa itu hidup seimbang~ Gizi seimbang aja susyeeee hahahaha :))

Oh, ya, bulan lalu juga syibuque sampe cenat-cenut kepala, tapi gembira sudah~ akhirnya MARACA KITCHEN bukaaaaa! UWUWUWUWUWU. Dari luar, (mungkin) terlihat oh wow buka lagi. Tapi aslineeee, nangeeeeeesss hahahaha! Sampai aku belaja mlitur kursi-meja demi menekan budget dan menghemat waktu.




View this post on Instagram

A post shared by Maraca Kitchen 🍽 (@maracakitchen) on Oct 4, 2019 at 9:52pm PDT


Oh, hai November. Ada surprise apakah tahun ini? ~
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Photo by Ignacio F. on Unsplash
Pertama gue ngga begitu feel intimidated, cuma agak beban aja ketika @maracacoffee lagi giat-giatnya campaign less waste; gue malah titip cilok ke OB kantor, atau sekadar gojek apapun itu. Tapi makin kesini kok ya makin terintimidasi ketika gue ngga bisa nolak sedotan yang dikasi --karena ndak enak hati, ataupun masih sering lupa bawa tas belanja. Pun gue merasa agak jumawa ketika gue menyodorkan tempat bekel ke Abang nasi kuning, tapi kok ya tetep softex-an dan tissu-an.

Mungkin karena kebiasaan pake plastik sejak dulu kala, jadi syok ketika ada campaign less waste yang ternyata banyak membawa perubahan diri dan lingkungan. Kayak 17 Agustus mendatang, Kami dan teman-teman lagi bikin acara 17-an di gang depan rumah. Udah pastilah, bakal banyak sampah; dulu yang dipikir cuma acara biar berlangsung seru. Sekarang jadi mikir, perlu ngga sih gini-ginian cuma banyakin sampah aja; tapi di lain sisi, Kami seru banget jadi EO dari mulai bikin iuran alias patungan berapa per anak, bikin undangan (yang isinya cuma: "Datang ya 17 Agustus, Keira..", tanpa ada tempat dan waktu, hahahahah! Bocah!), beri peralatan (udah jelas jadi sampah : bendera plastik, tali, sedotan, dll dsb). Apakah keseruan itu layak ditukar dengan sisa sampahnya? Hmm, untuk saat ini kupikir iyalah, sepadan, tinggal nanti pas hari H dikasi tau kalau ini yang akan jadi sampah, ini yang bisa didaur ulang, dan ini yang organik, dll dsb. Jadi mulai sekarang aku bertekad untuk bertindak less waste sebisanya aja, ndak usah maksain, hihi :D Kalau mengutip IGS-nya Icha, jadikan journey aja. Toh, prioritas orang 'kan berbeda, ya gaaak? 

Tapi gue tetap senang dan takjub, campaign less waste ini menjalar cepat dan bikin sadar, betapa kita sudah merusak bumi bertahun-tahun lamanya~

Sekian random-an hari ini ;D
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

link source
Edyan.
Aku hanya bisa tersenyum palsu 😊

Gini, lho, ceritanya. Baca stories teman, dia post dari postingan ini:

Bebas, sih, 'kan orang juga punya pendapat masing-masing dan topik ini jadi menarik buatku. Pas baca komen, rasaneeee~~ Pengen sambat semua di sinii, hahaha. Bebas juga, toh, ini 'kan blog acuu :D

Kalo postingannya, ya, aku ngga terlalu kaget-kaget amat; lebih kaget dan syok pas baca komennya. Gileee, ngga masuk di gue kalau jadi PNS adalah haram. Btw, kenapa, sih, makin hari makin demen banget haram-haram-in sesuatu? Ngga bahas kenapa gue ngga follow yang gue suka aja, ya, karena gue menghindari bubble bias. Eciye. Tapi tetep sambat. Ra masoookk~ wkwkwk!

Untuk postingannya, kayaknya ngga hanya PNS, deh, yang akan mendapat 'jaminan' hari tua, BUMN juga ada (kurang faham jumlahnya, tapi 'kan ada), atau perusahaan swasta yang ada fasilitas DLPK/BPJS, 'kan, banyak. Jangan disudutkan cuma PNS gitu, dong, ndak suka akutu.

Lagian, kalau diitung-itung, pensiunan nanti hanya dapat gaji pokok (yang naik satu tingkat dari sebelumnya, ini dinamakan kenaikan gaji pengabdian -maklum mantan operator gaji, hafal gue mah begituan); padahal yang kita terima tiap bulan/gunakan ngga cuma gaji pokok, yes? Tapi, ada lumpsum perjalanan dinas, tunjangan kinerja (yang hampir atau lebih dar 1x gaji), uang makan, dan tunjangan lainnya (tunjangan struktural, tunjangan fungsional, dan lain lain; wow banyaaak~). Menurutku ngga jadi jaminan juga, bahwa uang pensiunan bisa menghidupi hari tua  (apalagi kalau ngga nurunin standar hidoep -huaaaa.. jadi tatut; moga hari tuaku sekeluarga baik dan indah). Mempermudah mungkin, karena kita pasti 'dibayar' setiap bulan. Ada uang pegangan gitu.

Udah banyak financial advisor yang menggembar-gemborkan pentingnya menyiapkan Dana Pensiun, apa itu juga termasuk bentuk ngga percaya kalau rezeki Allah yang atur? Sorilah, menurut gue, dengan menyiapkan dana ini itu adalah bentuk ikhtiar dan tanggung jawab atas apa yang telah Allah beri rezeki selama ini. Bukan lantas ngga percaya masa depan akan Allah jamin. Insya Allah akan ada selalu jalan, selama kita berusaha. Berusaha ikut tes CPNS supaya punya uang pensiun, apa salah? Supaya tetap punya uang meski sudah tidak bekerja, bukan jadi jaminan hari tua. Rezeki ndak akan ketuker kok :')

Heran gue.

Oke nggapapa, dia kan punya pendapat. Cuma gemez aja gicuh, ngga sesuai sama gue. HAHAHA. Jadi inget 'mantra' Icha, berbeda itu tidak apa-apa.

Tapi tetep sambat.

TEROOOSS.

Selamat wikenan, gaes :D
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments

Buka-buka album facebook, keterusan sampe jadul banget, jaman prajab (prajabatan). Duh, sini anaknya emang suka nostalgia~ hahaha. Pas gue search di blog ini, lho, kok belum ada cerita prajab? HAHA. Prajab dulu atau blog dulu, sih? Kayaknya blog dulu, deh! Secara blog ini dibuat tujuan awalnya buat mengenang masa-masa persiapan meniqa. 

Yaudah, aku cerita prajab, ah, hari ini. Biar nyambung sama postingan sebeumnya, di sini. Cliche but true, ngga kerasa, udah 8 tahun aja kerja. Semuanya diawali dari prajab. Prajab itu Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) buat para CPNS, sebagai syarat untuk dilantik kemudian menjadi PNS. Juli 2011, gue prajab di PPMKP selama 2 minggu, saat itu gue masih gadis ting-ting, tapi udah lamaran sama Babap :')



Kenangan di prajab masih jelas sampai sekarang, satu petak kamar tidur diisi 4 orang dari berbagai instansi, lengakp dengan kamar mandi di dalamnya, dengan kondisinya yang pas-pasan. Kamarku paling pojok, jadi harus melewati koridor panjang untuk sampai di aula atau pun ruang makan bersama ratusan CPNS lainnya. Pukul 04.00 gue (mau ngga mau) bangun pagi, subuh, lanjut olahraga. Gimana ngga langseeeng uwe jaman dulu kala wkwk! Setelah itu lanjut apel pagi dan masuk kelas sampai sore. Akhir hari ditutup dengan apel malam dan mengerjakan tugas prajab. Rutinitas yang terlihat membosankan, tapi ternyata tidak. Mungkin karena kita dari berbagai instansi berbeda, pun dengan tugas jabatan yang ngga sama; disatukan dalam kelas yang seringkali materinya membosankan, membuat kita semua cari celah biar ngga bosen ini dua minggu mau ngapain :)) Paling sedih pas malam keakraban, ditinggal pas lagi sayang-sayangnya! HAHAHA. Tapi, yakin, sih, kalau lamaan dikit prajabnya, konfliknya makin banyak. Udah bener kata gue mah dua minggu cukup, biar dapet kenangan yang banyakan manisnya.

Dua minggu berlalu, prajab selesai. Delapan tahun berlalu, aku di sini mengenang saat membacakan Prasetya KORPRI atau sekadar motret pake kamera Sony yang sudah kujual.

Life.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
| Photo by Tyler Franta on Unsplash |

Gue agak tergelitik dengan story Nahla, di sini:

Note that 'pekerja doang'.

Bukan kebetulan, tapi beberapa waktu sebelum ada story Nahla, gue ada sedikit diskusi sama atasan kantor yang mengonfirmasi arah karir gue mau ke mana, karena gue kok kayaknya (padahal iya) ngga ada tanda-tanda pengen meraih karir yang lebih tinggi.


Pas Kami masih umur 1-3 tahun, itu titik terendah gue dalam bekerja, rasanya pengen resign tapi selalu (merasa) dapat jawaban : udah kerja aja! Mungkin juga itu adalah doa dari orang tua (dan mertua) gue yang menginginkan gue untuk bekerja. Bagi gue, ngga salah kok orang tua punya keinginan anaknya ingin menjadi apa/siapa, dan hak anak juga mau 'ikut' atau enggak (merujuk keinginan itu) selama semua pilihannya dalam koridor/value keluarga yang diamini.

Setelah Kami lepas dari status batita dan lahirlah bayi Yaya, gue kok ya merasa mantep (untuk saat ini dan entah sampai kapan) menjadi pekerja. Senang bekerja dan senang digaji, dua bagian yang ngga terpisahkan hahaha!

Balik lagi dengan dua kata 'pekerja doang', sering gue denger frase ini dari para motivator dengan slogan "Tinggalkan pekerjaan, jadilah pengusaha!". Apakah menjadi pekerja, lantas ada kata 'doang' yang mengiringi? Menurutku, enggak. Cuma berbeda jalur dalam memilih aktivitas di dunia yang fana ini~

Preferensi pribadi gue adalah pekerja tanpa meraih karir (ngga pengen 'naik level' ke eselon atas; gue pernah ditawari fyi, dan aku tolak *untung bisa hahahaha!). This is my job, not my career. Bagi gue, bekerja dengan rutinitas yang hampir 08-16, adalah kemewahan; pun bekerja dengan mempunyai atasan (yang terkadang seringkali menyebalkan) adalah dinamika hidup yang dengan senang hati kujalani (alias buat bahan sambat HAHAHA --daripada gue yang jadi bos ya Allah~ jauhkanlah aku dari promosi T__T). Sungguh sudah cukup senang (dan seringkali merasa nyaman) dengan kerjaan saat ini. Bye Fourtwnty dengan Zona Nyaman-nya! 

I'm proud being an employee. Yet, I'm also doing my coffee shop. 

Licik kamuuu~ 

Jadi, masih pengen resign? Kadang masih suka terbesit, kalau lagi emosi dan jenuh. HAHAHA~
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Photo by Smart on Unsplash
Dulu rasanya enteng banget mau cerita apa-apa di blog. Ngga ada beban (ada ding, kadang, sedikit) ini itu, nanti orang bakal nilai gimana, or such. Tapi, lama-lama kok jadi mikir gitu, ngga semua harus ditulis di blog, deh. Jadi nyambung sama tulisan gue di sini.

Dulu kayaknya tulis bukan buat orang lain, simply buat diri sendiri aja. Buat kenangan, buat dibaca-baca kalau lagi senggang, atau buat diliat-liat fotonya jaman dulu kayak gimana. Secara jaman dulu belum ada time-hop atau semacamnya yang sekarang selalu jadi fitur di media sosial.

Dulu, merasa bersalah banget kalau ada kejadian penting kayak ultah/anniversary terus ngga gue tulis di blog. Sekarang mah, hadeeehh~ sabodo. HAHA. Males sama prioritas udah bergeser memang beda tipis.

Sekian.


Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Kamera rusak,
handphone-nya semsang entry-level.


KELAR IDUP GUEEEE~


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Setelah merasa puas dan cocok pake Bra Menyusui dari Mooimom, aku jadi kepo sama produknya Mooimom lainnya. Ya, tepat! Pasti ada aja yang menarik di depan mata dan sekejap mencari pembenaran kalau butuh produk tersebut.

#WanitaLyfe

Karena ada sesuatu hal yang akan terjadi pada bulan-bulan mendatang, alias ada acara keluarga yang *uhuk* lumayan gede *uhuk*, maka pembenaran untuk memlihi korset adalah pilihan yang tepat. Menurut gue. *yaeyalah*

Fyi, gue habis lahiran itu ngga pake korset blas! Alasannya cuma satu, MA-LAS. Pake BANGET. Malas banget 😂😂

Ta.. ta.. tapi, ini kenapa, susah banget jaga bentuk badan kembali seperti gadis. Huhuhuhuhu. Udah, mah, makan seringnya asal, olah raga tentu jarang. Ya, gimana dong? Yaudahlah, kita serahkan pada korset. Apalagi, ada embel-embel-nya korset PELANGSING, di web-nya Mooimom, siapa yang ngga tertarik?



Capcipcup, aku pilih Bamboo Postpartum Belly Band, little bit pricey, sih, ya.. Etapi, pas lihat deskripsi dan klaim produk tersebut kok aku kepincut, ya?

Yang bikin gue kayaknya harus coba produk ini, karena, doi high elasticity & breathable; soalnya si Bamboo Postpartum Belly Band pakai bahan berelastisitas tinggi, yang ngga menekan, juga (katanya) ngga menimbulkan rasa sesak atau pengap, namun tetap efektif dalam menekan lemak tubuh serta mengecilkan perut dan pinggang.

BEUH SEDAP.

Pas, dicoba agak sangsi, bener, nih, ngga bikin sakit? EH BENER LHOOO~

WOW.






Dipakai duduk sambil ngetik emang kerasa ada yang ngganjel, lah, ya. Tapi.. ngga sakit, ngga eungap! Luv luv! Karena belum sebulan pakai, belum kerasa kenceng seperti klaim-nya yang efektif untuk mengencangkan panggul, perut dan pinggang pasca melahirkan. Ya, kali, instan banget dapetin hasilnya, hihihi :D

Aku pakai yang size M, pertamanya agak susah gitu, eh ternyata salah pake! Jyaaah hahahaha. Enaknya lagi, dia ada 2 perekat tambahan, dan tiap bagian bisa ditempel jadi bisa ngatur elastisitas sesuai dengan keinginan. PErekat ini juga efektif membantu membentuk lekuk tubuh, menahan berat badan, sehingga bisa mengurangi rasa sakit punggung pasca melahirkan.

Ono rego, ono rupo.
Ada harga, ada barang.
Harga ngga boong, sis.



Aku rekomen banget korset ini, mending invest harga segini tapi nyaman, daripada caricari mursida tapi gatau gimana kualitasnya. Ya, 'kaaan? :D


***

Mooimom

www.mooimom.id | Facebook MOOIMOM | Instagram MOOIMOM
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments


Welcome back ANDROID!

Sedih...


Seperti yang sudah gue gaungkan berkalikali pada IG Stories, bahwasannya gue ganti handphone dari iPhone ke Samsung. HIKS BANGET.

Gue 'tuh iPhone fan girl (ngga banget, sih), tapi gue cintaaaaa sama iPhone dan mekbuk sekenan gue.

Matter banget saat gue ganti ke Samsung, karena iPhone gue RUSAK! iP{hone gue rusak LCD-nya gitu, jadi bagian pinggiran layar itu ngga bisa d tap-tap. KAN BETE!

Terus, kenapa ngga ganti iPhone, lagi? KARENA MAHAL APALAGI ALASANNYA? HAHAHAHAH.

Ya, belum ada budget untuk beli ponsel diatas 5 juta. HIKS. Setelah berkelana di, dunia maya dan nyata, akhirnya dengan sangat menyesal (ini penyesalan diawal banget, hahahaha), untuk budget 2juta-an, dengan layar yang ngga gede, gue pilih Samsung J3 Pro.

Yang....

SUKSES GUE HINA HINA SETIAP HARI.

Bukannya ngga bersyukur (alaaah, ngeles aje lu, Fen! Hahahaha), tapi semakin hari, semakin ku cinta iPhone dan kayaknya semua keunggulan android ngga ada yang signifikan yang bisa mengalahkan iPhone.

Karena gue beli Android murahan jadi ngga maksimal fitu-fitur yang ada, ya, bisa jadi, sih.. Kata Babap juga, "Ngapain, lu  beli Semsang?" Babap itu haters Samsung dan Android Fan Boy, btw.

Yaaaa, gimana setelah menimbang bentuk rupa dan harga, ya, cuma Semsang yang bisa bikin gue akhirnya pake Android lagi HAHAHAHAHA.

Gue anaknya SUPER VISUAL PARAH. Jadi, sampai detik ini blogpost diturunkan, gue masih menggerutu kenapa emoji di Semsang gue jelek (goofy, kalau kata artikel ini) dan ngga bisa diganti kalau ngga di-root, SEDIH.

Here come masalah kedua, rooting, aduuuhhh malessssss bangetttt ratrutatrut. Makanya, gue suka iPhone karena tanpa di-root-pun UDAH CA'EM! HAHAHAHA. Maapin, emosi.

Banyaklah keluhankeluhan gue. Cukup sampai di sini aja, deh. Sapa tau besok gue udah cinta sama my Semsang, wkwkwkwk.

Bhaaayy~ 'Met wikenan manteman. Mwach. Xx


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments


Setelah punya anak, rasa-rasanya porsi sebagai Istri kok kian mengecil, dibandingkan menjadi seorang Ibu? Ini gue doang, atau..

Gue tergelitik dengan postingan ini:
Pernah baca bahwa berbagi tempat tidur bersama anak, mengurangi keintiman hubungan suami istri. Bukan cuma anunya, tapi juga komunikasi sedikit terbatas. Mulai dari tidak mau mengganggu anak tidur, hingga membatasi pembicaraan yang seharusnya tidak didengar anak. . . Rumah serasa milik anak. Bila di rumah, kebetulan rumahnya kecil, hampir tidak ada ruang untuk ngobrol berdua, alhasil ya ngobrol menyangkut anak, atau yang aman2 aja. . . Oleh karena itu, gue & @nuchabachri rajin banget ngedate, yang sering kita stories #datenight itu lho. Lebih detail lagi kenapa menurut kami ini penting, sudah kami rekam dalam bentuk podcast, soundcloud.com/sheggario. . . Kalian gmn? Berapa sering #datenight? Rutin kah? Jarang? Atau gak sama sekali? Denger podcastnya, ditunggu komennya, atau berbagi pengalaman di sini jg boleh. 😊 . . Coz remember, Marriage is not a picnic, it's a work in progress. . . 📷 @frameatrip #frameatrip #podcast #couplesteraphy #parenting101 #storyofus #benice
A post shared by Ario Pratomo (@sheggario) on Jan 4, 2018 at 3:12pm PST

Link podcast -> https://soundcloud.com/sheggario

Date night.

Karena tau punya anak lebih dari satu challenging banget, buat gue penting untuk lebih sering nge-date. Dulu waktu zaman Kami, pernah nge-date iya, tapi ngga sesering sekarang (setelah punya Yayo).

Ini bukan masalah :
1/ gue bisa atau ngga, atau
2/ gue mau atau ngga, atau
3/ gue tega atau ngga.

Tiga hal di atas, yang gue amati, sangat bisa menjadikan alasan ngga nge-date sama suami.
"Ah, elu mah enak ada yang dititipin",
"Gue mah mana tegaaaaaaa, ninggal anak",
"Gue merasa bersalah dengan ninggal anak, terus seneng-seneng sama suami",
"Kan tiap hari ketemu suami, ya ngga perlu juga".

Tapi, gue menjadikan ini kebutuhan. Harus masuk list dalam aktivitas keluarga gue. Jadi, ya, di-plan supaya dapet moment yang pas untuk nge-date ini.

Pas berdua sama suami, itu adalah menjadikan gue seorang istri yang ngga brakbrikbruk dengan segala rentetan tugas domestik (yang tentu saja ora uwis-uwis), sekaligus menjadi diri sendiri.

Bisa bego-bego-an sama Babap, bisa ngobrol hal samvah yang cuma kita yang ngerti, ngakak ngga jelas hahaha. Being a partner.

Fyi, semua tips & trik tentang nge-date sama suami, 'sung ke podcast-nya aja, ya :) Terangkum jelas di situ.

Masuk ke hal yang lebih intim.

HAHAHAHAHAHA.

Kalau kata Keluarga Kita, jangan ragukan CINTA-nya, tapi cari CARA yang lebih baik. Termasuk cari referensi gaya. Maksud?

Gini, semua pekerjaan yang (biasanya) istri kerjakan, bisa kok didelegasikan kepada pihak ketiga. Cuci piring? Masak? Sapu? Pel? You named it.

Kecuali? Ya, itu. ITUUUU HAHAHAHA.

Kemarenan gue ngobrol ini di WAG, kalau kebutuhan biologis pria itu harus banget dipenuhi. HARUS. Dan beberapa bulan lalu, ada lelaki yang live di IG, doi bilang, bahwa kemungkinan selingkuh itu pertama karena kebutuhan biologis yang kurang. Pertama, beda dengan yang utama.

WOW.

Panjang, sih WAG-nya gara-gara ini. HAHAHAHA.

***

Halah ngalor ngidul deh.
Intinya, sih, note to my self aja, jangan lupa tugas sebagai Istri.

:)
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Halo!

Udah lama banget ngga bikin-bikin #brushlettering buat didonlot temantemin semua. So, monggo cus donlot di sini, ya! Kali ini bikin yang square dulu, pankapan kalau lagi senggang bikin versi desktop for your phone and computer. See you, mwah!
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments


pusing sayaaa..

Lagi develop web, eh, front end ke-reset.


KESEL.


HUHUHUHUHUHUHUHU.


Semoga nemu jalan keluar. Aamiin.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Beberapa bulan lalu, kalau ngga salah sekitar akhir bulan Oktober, gue ikutan #TUMNgopiCantik. Akhirnya, cocok juga jadwal wikenan buat ikutan #TUMNgopiCantik. Udah lama pengen ikutan acara ini, karena gue suka ngopi-ngopi cantik plus obrol-obrol sama blogger dan teman-teman yang biasanya cuma bisa disapa di social media. YEAY!
Share
Tweet
Pin
Share
6 comments

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


I love snapping lovely pics, surrounded with flowers, and natural light.
I love doing brush lettering, I like putting brush into water and ink.

These all are meditating, for me <3
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
Older Posts

ABOUT ME

Feni / Mom of two / IT Staff / Letterer / Owner & Creative Director @maracacoffee

 

/ contact :  besi.nikel@gmail.com

[read more]

ME ON SOCIAL MEDIA

  • facebook
  • twitter
  • instagram

Categories

#FunVember Breastfeeding Bubup KotakSabun MPASI Me Motherhood Pregnancy Wedding Preparation

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (5)
    • ▼  August (1)
      • Overthinking : Masalah di Luar Kontrol Kita
    • ►  May (1)
    • ►  March (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (11)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  June (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2017 (23)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (6)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2016 (26)
    • ►  December (3)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (6)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (54)
    • ►  December (1)
    • ►  November (11)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (2)
    • ►  June (6)
    • ►  May (6)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (6)
  • ►  2014 (59)
    • ►  December (10)
    • ►  November (6)
    • ►  October (9)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (8)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (77)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  September (10)
    • ►  August (10)
    • ►  July (5)
    • ►  June (9)
    • ►  May (10)
    • ►  April (10)
    • ►  March (3)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (73)
    • ►  December (4)
    • ►  November (5)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  July (5)
    • ►  June (9)
    • ►  May (15)
    • ►  April (16)
    • ►  March (12)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December (18)
    • ►  November (14)
    • ►  October (14)
    • ►  September (6)

Folks

  • danirachmat
  • Living Loving
  • SAZQUEEN
  • annisast.com
  • ♥ ..Our Daily Rolls.. ♥
  • acie[ar]chives
  • welcome to...
  • Puty's Journal
  • All I Wanna Do Is Grow Old With You
  • Absurd Astronaut
  • Life begins at 30...
  • Junk Thought!
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
  • Pritasyalala
  • punyanya rika
  • thesillyus
  • Ilhabibi's life journal
  • My Words. My World.
  • { a Memory Bliss }{ a Memory Bliss }
  • Arcilland
  • and i try
  • another slice of life...
  • {malvin}.ology
  • let the beast in!
  • Masrafa.com
  • wichiworld
  • My Piece of Paper
  • Namina Ocha Naami
  • The Little Chatter
  • rock 'n roll mommy
  • s e d e r h a n a s a j a
  • Shanti, Sekali Lagi
  • Vhe NovaLia
  • Santril Try to Speak Up
  • Mencoba Sakinah
  • heningbanget
  • Productive Mamas
  • istri bawel
  • mrs. Tiananana
  • The Story of Us
  • ceritanya arninta
  • The Stars Just Starting To Bright
  • welcome to my words
  • Misskepik
  • All around Me
  • Chaca + Lia = Ghiffari
  • Fifi & Lola Alvianto
  • Barbie Pink's Blog
  • The Susanto's Fam
  • love as long as you live
  • | This is me yapping about whatever comes to my mind
  • Ananti's Journey
  • The Karimuddins
  • Stories from Rasamala
  • ourweddingjournal
  • Lafamilledewijaya
  • Dhita's Chapter
  • me and my stories
  • Mrs/3daysafter
  • Nyonya Sutisna
  • . love . laugh . life .
  • rumahduapohon
  • soentjes
  • Adyaraka, and the other things
  • Rumah Mitha
  • miund.com
  • ..incydaily..
  • it's my point of view
  • Sparkle in Our Marriage
  • The Hairy Clan
  • next chapter of our life
  • Simply Nella
  • mecaonic
  • knocking on heaven's door
  • Expiration Date
  • serioustory
  • ceria warna pelangi.....
  • FoFRenn
  • Keluarga Rahman
  • { visykographic }
  • hey, it's us!
  • Keluarga Firdaus
  • AnS-ourweddingstory
  • from moon to sun
  • sLesTa [dot] com
  • Nyai Rombeng!!
  • Baginda Ratu
  • StoRy TiMe
  • Our Love Journey
  • How Much A Heart Can Hold
  • Nonsense & a Cup of Cake
  • Andra Alodita | Life & Beauty Journal
  • coretan "si teteh"
  • My Life
  • Cerita Iseng
  • Stamp Of Crazy Couple
  • Ka-Lu-Na
  • www.thebabybirds.ne
  • Say Hi to Ramadhan
  • {ndutyke}
  • bloGita
  • udjo, mio, K & baby K
  • The Babybirds Stories
  • domesticated life
Show 5 Show All

Created with 2019 @besinikel ThemeXpose