Tuesday, July 3, 2012

.ipd to outlook then android!

Yihaaaaaa! Ternyata hati nurani emang ngga bisa boong ya bok, nurani ke-IT-an gue membawa gue untuk memposting hal ini. Jadi postingan ini agak sedikit serius ya, lupakan dulu deh perASIan, perSUSUan, endebre endebre :))

-------------------

Saya menggunakan handset BlackBerry semenjak tahun 2010, tepatnya di bulan Juni. Inget banget karena si Bebeh ini hasil perjuangan dari pundi-pundi saya ngawas ujian (saat itu saya adalah seorang Dosen IT *ngga nyangka yak? :P*) dan dari uang insentif (lembur hari sabtu). Puluh ribu demi puluh ribu saya kumpulkan, akhirnya budget masuk untuk menukar Nokia 5800 ExpressMusic yang dibelikan Ayahanda dengan si Bebeh. Kenapa Bebeh? Singkat saja, pengen kelihatan gahul dan pengen mencoba fitur apa sih yang ada di si Bebeh sampe segitu banyak yang beli. Akhirnya BlackBerry Curve 8900 atau nama gaulnya Javelin mendarat mulus ditangan saya ditukar dengan beberapa banyak lembaran uang *cih* didompet saya melayang di tangan cantik sang sales counter handset.

2 tahun lebih saya menggunakan si Bebeh, ada beberapa hal yang harus saya lakukan demi menjaga kelangsungan hidup si Bebeh:
  1. Hard Reset (1x), terjadi pada pertengahan tahun 2011. Loading booting yang tidak sempurna, hanya 80% dan kemudian berhenti tepat di bawah huruf E pada kata bErry. Hard restart menyebabkan saya harus kehilangan semua kontak dan file-file yang tersimpan pada phone memory. Untung saya sudah pernah melakukan back-up, namun tetap saja ada beberapa kontak yang belum terdapat pada file back-up.

  2. Mengganti baterai (1x), terjadi pada akhir 2011 atau awal 2012, saya lupa. Tempat tinggal kami susah signal, sehingga si Bebeh harus berjuang mencari signal, ini asumsi saya, sehingga power yang digunakan melebihi apa yang seharusnya. Saya melakukan charging baterai semalaman, jika tidak, power baterai akan dengan mudah berkurang. Baterai menggembung dan buncit (seiring dengan kehamilan saya *ga penting*) akhirnya saya ganti dengan yang baru.
  3.  Re-instal OS (2x), saya lupa tepatnya kapan. Karena? Si Bebeh sering sekali ngambek (nge-hang).
Performa si Bebeh kian lama kian menurun, seperti :
  1. Saya terdaftar pada grup tapi tidak dapat melihat apalagi ikut serta chatting.
  2. Ada beberapa grup yang masih bisa saya lihat dan ikut serta, tapi tidak semua member dalam grup bisa saya lihat. Begini, ada 10 member dari grup, kesepuluh orang itu aktif chatting namun saya hanya bisa melihat 5 member dari aktivitas tersebut. Jadi mohon maaf ya Nella, saya jarang ikut ngobrol di grup Bridezilla, karena banyak obrolan yang ngga nyambung. Saya sadarnya pada saat ada percakapan "Halo Aka", yang intinya si Aka sudah kembali aktif chatting setelah nikah, tapi Aka-nya sendiri saya tidak bisa lihat aktivitas chattingnya.
  3. Gongnya adalah, pada saat suami dan Ayah saya menjemput di kantor, tidak ada notifikasi apapun, baik SMS ataupun telpon. Mereka sampai menunggu saya satu jam di parkiran. Ini adalah warning terakhir dari suami, mau dibanting si Bebeh apa dilem biru, tentunya saya pilih opsi kedua dong.
Selama 2 tahun apalah saya menyesal menggunakan si Bebeh? Apalagi maraknya handset berbasis Android dan fitur-fiturnya serta berbagai makian dan hinaan "Hari genee masih pake Bebeeee?". Jawabnya, jelas Tidak. Selain nilai historis tadi, sebenarnya si Bebeh ini sudah memenuhi kebutuhan saya, tentunya fitur standar telepon, SMS, kamera, serta main-main di social media juga masih oke dengan menggunakan si Bebeh. Saya belum merasa butuh untuk harus dengan mengganti handset (si Bebeh tea). Bagi saya, mengganti handset ada dua kriteria: rusak atau rusak banget. Untuk kasus Nokia 5800 dulu, itu sudah sampai saya upgrade firmware, menyerah lalu saya jual (tuker tambah dengan si Bebeh).

Lalu apa hubungannya dengan judul postingan? Hyaaaaa, itu tadi hanya pengantar *panjang yaaaah :D*. Setelah saya mantap untuk menukar si Bebeh, saya masih bingung mau ditukar dengan apa. Si Mas sebagai penyandang dana menyaratkan 2 hal: ganti HTC atau Samsung. Selain itu bayar sendiri. Kriteria tipe handset juga sudah beliau berikan, HTC Desire HD atau Sensation, Samsung Galaxy S atau rekan sejawatnya. Bukannya kelebihan uang *aaammiin* tapi ini sudah titah. Alasannya sederhana, karena ternyata si Mas pengen handset salah satu diantaranya, hahaha! Akhirnya setelah melalui survey panjang, diputuskan Samsung Galaxy S Advance :) Hamdallah..

Saya memback-up semua isi si Bebeh sebelum melakukan transaksi tukar tambah. Mem-back-up manual (copy paste semua file di memory card ke komputer) dan mem-backup semua file di phone memory dengan menggunakan BlackBerry Desktop Software. Sesampainya di lokasi transaksi, saya dikejutkan dengan perkataan sang sales, semua kontak si Bebeh tidak bisa dipindahtangankan, copy ke simcard-nya pun tidak bisa, file .ipd (file backup dengan menggunakan BlackBerry Desktop Software), konon hanya dapat dibuka di Bebeh pula. Kalaupun mau malakukan backup, seharusnya pada saat melakukan backup menggunakan BlackBerry Desktop Software sekalian di sync ke outlook, dari outlook lalu di export ke handset (android). Mana tau saya? :( Lalu? Stress! Tidak rela semua kontak hilang. Walaupun saya pernah mengalami hal serupa beberapa kali.

File .ipd milik saya:

Akhirnya googling sana-sini membuahkan hasil. Terdamparlah saya disitus ini http://www.elcomsoft.com/ebbe.html, setelah saya download, software ini berfungsi untuk mengexport  file .ipd saya ke Microsoft Outlook (untuk yang free version (trial) tidak bisa untuk melakukan export, hanya lihat saja (view), untuk dapat melakukan export pilih yang pro). Langkah yang cukup oke (menurut saya). Saya tinggal memikirkan apakah hasil export di Ms Outlook dapat dengan ciamik berkoordinasi dengan handset saya. Diskusi dengan si Mas yang tentunya lebih canggih soal ini, akhirnya menemukan ini http://www.wondershare.com/android-manager/ (user guide di sini). File .ipd yang sudah diexport ke Ms Outlook dapat dengan mudah diexport lagi melalui MobileGo ke handset saya. Taraaaa. Semua kontak berhasil mendarat mulus di handset saya. Alhamdu? Lillaaaah :) 

Sekian. Moga manfaat ya. *elap-elap keringeeett* *kretekin jari jemari* *cium-cium si Semsang (samsung)*

-Feni :)

4 comments

  1. Hoo gtu thooo...pantes ni anak ga da suaranya di grup.... :p
    Beteweee...mau donkkk fen di anu2in datanya ke semsang...hihii
    *yu know ya fen di anu2-in apah*

    Bebeh gw juga udh mngalami hal yg serupa sm dirimuuuu...dan smp skrg sayah msh setiaaaa....T__T
    Udh dibeliin semsang tab sm cuwami, tpi msh ga familiar juga sm android...ahhh...gmn inihhhh menghilangkan kcanduan bbm dan teman2nyaaa?? -__-

    ReplyDelete
  2. Iyaaa, kadang bingung ini Aka ngga ada suaranya kok pada nyapa, trus ada yang namanya Ninit kalo ga salah, lha orangnya juga ngga ada *hopeless* :))) Datanya dipindahin? Jangan kaya gue ya dodol, hahaha, pas backup ke BB Software Desktop sekalian di sync ke Outlook (pastiin punya outlook dulu tapi hehehe)

    Enakan android sih so far hihi, kecanduan bbm bisa diminimalisir dg WhatsApp, nah yg laen2nya itu apa Nel? Kalo masih bisa dipake Bebehnya yaaa dipake aja hihihi..

    ReplyDelete
  3. Finally! Welcome to the club mbaeeeee..huahahaha

    ReplyDelete
  4. jih situ gue watsap kaga nongol2 -___- hahahaha

    ReplyDelete

/ thank you for stopping by

© / besinikel